Dari Abdullah Ibn Amru Ibn al Ash Radhiallaahu Anhu, sesungguhnya Nabi Shallallaahu Alaihi Wassallam bersabda:

"Sampaikan dariku walau hanya satu ayat!, dan ceritakan dari bani Israil, tidak perlu takut!, dan barang siapa berbohong atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia bersiap mengambil tempat duduknya di neraka!" (HR. Bukhari)

Blog obrolan ringan antar sahabat yang tergabung dalam grup whatsapp "Abyss mengkaji islam", dengan semangat saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Saling mendoakan dan saling memberi motivasi dalam keimanan ISLAM.
Ya, namanya obrolan tentu banyak kesalahan dan kekhilafan, untuk itu kami mohon ampun kepada Allah Azza Wa Jalla, dan mohon maaf sebesarnya bagi semua

Jumat, 15 November 2013

Obrolan tentang keuatamaan Wudhu



12 Oktober 2013


Akhi Pratomo:
Assalamualaikum ya afwan,
Hikmah dan Keajaiban Wudhu . Di dalam ajaran Islam sebenarnya cukup banyak hal-hal yang berkaitan dengan suatu ibadah yang terlihat sederhanadan mudah dilakukan namun memiliki manfaat, hikmah dan hasiat yang luar biasa bagi kesehatan, baik kesehatan jasmanai maupun rohani, contohnya adalah wudhu. Wudhu adalah salah satu syariat Islam. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membersihkan diri atau berwudhu sebelum mendirikan shalat lima waktu. (QS Al-Maidah ayat 6).

Wudhu juga merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah shalat oleh Allah SWT, namun terkadang ada sebagian umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja.

“Allah tidak akan menerima shalat seseorang di antara kamu, hingga dia berwudhu.” (HR. Bukhari Muslim).

Wudhu dan Kesehatan Jasmani
Wudhu ternyata mempunyai manfaatnya sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria. Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titiksyaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat. Dari sinilah ia akhirnya memelukIslam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels. (www.republika.co.id)

Ulama fikih juga menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dengan air wudhu seperti tangan, daerah muka termasuk mulut dan kaki, memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Oleh karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh, sebab penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher, belakang telinga, dan lainnya. Oleh karena itu Mochtar Salem memberi saran agar anggota tubuh yang terbuka senantiasa dibasuh atau dibersihkan dengan menggunakan air.

Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Oleh karena itu, orang yang memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka, seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.

Mencegah penyakit dengan wudhu bisa kita cermati dan pelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad,sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini menunjukkan bahwa wudhu dengan cara yang benar niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.
Menurut sejumlah penelitian, berwudhu itu dapat menghilangkan berbagai macam penyakit, misalnya penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakitgigi, dan sebagainya.

Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkanoleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.

Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim tentang manfaat wudhu untuk kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari segala penyakit. Dalam penelitiannya itu, Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari untuk mendirikan shalat.

Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan. Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampaklengketdan berwarna gelap.

Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu. “Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian,” kata Salim.
Wudhu dan Kesehatan Rohani

Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudhu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudhu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancainderatersimpuldi bagianmuka.

Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakandan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Kemana saja kaki ini gentayangan setiap hari? Jadi, anggota badan yang dibasuh ketika berwudhu ialah daerah yang palingriskan untuk melakukan dosa.

Rasul SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya. Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamatkarena bekas wudhu. “Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu.”

Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I’jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, menjelaskan bahwa manfaat semua hal yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Mulai dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga mata kaki.

Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup menuliskan keutamaan wudhu. “Sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan shalat. Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaharuinya. Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya pernah berbuat dosa ketikamelihat, berkata,dan makan.

Mencuci tangan dengan air seakan-akan membasuh tangan yang telanjur berbuat salah. Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula. Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadis dan dalil tidak ditemukan.Tujuannya adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara batinnya masih tetap kotor. Hati yang masih tamak, loba, dan rakus, kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali seharisemalam itu berarti tidak berbekasdan tidak diterimaoleh Allah SWT, dan shalatnya pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatanfakhsya’ (keji) dan mungkar(dibenci).”

Buya Hamka menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan.

Akhi Fithrawan:
Jazakallah Khairan Akhi Pratomo.., sebagai tambahan, dalam kajian wudhu di masjid tempo hari, ada hal yg menarik yg disampaikan, yaitu kurang pahamnya umat islam dengat tatacara wudhu Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam.

Yang paling tampak adalah dari jumlah air yg digunakan..

Secara umum, rata2 kita berwudhuhu  dengan air yg deras mengalir yg jika dihitung -+ bisa menghabiskan -+1galon air. Ini adalah bentuk israf yg dilarang oleh Nabi..

Dalam suatu riwayat, Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam pernah menegur sahabat Sa'd bin Ubadah yg berlebihan dalam menggunakan air, beliau lalu bersabda, "janganlah kalian berlebihan dalam menggunakan air meskipun kalian berwudhu di sungai yang mengalir"

Dalam riwayat lain, Rasulullah mampu wudhu dengan air 1 mud -+0.6liter..

 
Adapun supaya ngga israf dan berlebihan dapat dilihat di video tadi..
Hal lain yg menarik adalah, rata2 kita kurang memperhatikan istinsyaq yaitu menghirup air hingga masuk ke dalam hidung (ada dijelaskan di video tadi).

Ini nampak dari kita karena rata2 kita wudhu dalam posisi tetap menunduk, sedang jika kita melakukan istinsyaq, posisi kita agak mendongakkan kepala agar air masuk ke hidung sampai dalam, lalu dibuang lagi dengan tangan kiri..

Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam menekankan hal ini dalam hadist: "bersungguh sungguhlah kalian dalam istinsyaq (memasukkan air hingga ke dalam hidung) kecuali jika kalian sedang berpuasa." HR. Abu Daud dan Tirmidzi..


Manfaat istinsyaq ini sangat besar, air yang masuk hingga ke rongga hidung / nasofaring ini mampu membersihkan selaput yang ada di rongga hidung..
Selaput ini ternyata banyak sekali terkena bakteri dan kotoran, apalagi kita di zaman akhir yg kualitas udaranya sudah sangat tercemar.

Dan telah diteliti oleh doktet Istinsyaq yg sungguh sungguh mampu mencegah ISPA, flu, sinusitis dan gangguan saluran pernafasan melalui hidung lainnya.. Betapa tidak, seorang muslim minimal 5kali berwudhu, dan disunnahkan sering2 wudhu.., wajar kalau anggota badannya selalu bersih.
Subhanallah, betapa 14 abad yg lalu Nabi sudah mengajarkan yg demikian pentingnya..

Ini masih manfaat di bab istinsyaq saja.. Belum membahas yg lain..

Lihat, betapa syariat ini meliputi semua kebaikan utk manusia. Itulah bentuk kasih sayang Allah Ta'aala kepada manusia.. DIA Maha Kasih Sayang kepada orang beriman..

Akhi Pratomo:
Aku sendiri Alhamdulillah sudah mempraktekkannya dan hidungku yg kata dokter terlalu sensitif ini sudah gak sesensitif dulu. Frekuensi bersin semakin berkurang

Akhi Fithrawan:
Alhamdulillah akhi Pratomo.., soale bersin antum membahana.. Yarhamukallah aja deh.. kalau bersim

Akhi Pratomo:
Hehehe sik eling wae
Soale nek tiap kali aku bersin dan baca hamdalah,jumlahnya bisa sama dgn wiridan lho....bisa nyampe 33x

Ukthi Nadia:
Hehe, moso sampe ngono bersine

AKhi Pratomo:
Lho iyo nad,aku nek sekali bersin iku iso2 30x baru mandek

Obrolan tentang menghamba kepada Allah Azza wa Jalla




Bismillah,

Coba lihat dulu video yang menarik ini:



Akhi Fithrawan:
Allah Ta'aala berfirman melalui lisan Lukmanul Hakim: "Yaa bunayyaa laa tusyrikbillaah Innasyirka ladzulmun 'adziim.."
Wahai anakku, janganlah engkau syirik/menyekutukan Allah, sesungguhnya syirik adalah kedzaliman yang sangat besaar..

"Tidak diciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKU" Kata Allah Ta'aala..

Dari Muadz bin Jabbal: "Suatu hari aku membonceng Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam, beliau bertanya kepadaku: wahai muadz, tahukah kamu apa hak Allah kepada hamba dan apa hak hamba kepada Allah? Muadz menjawab Allah dan RasulNYA yang lebih tahu, kemudian Rasulullah menjawab: Adapun hak Allah adalah untuk diibadahi dan tidak disekutukan dengan suatu apapun, dan hak hamba adalah Allah Ta'aala tidak akan menyiksa hamba tersebut selamanya.."
Allah Azza wa jalla menciptakan manusia dan melengkapinya dengan fitrah yaitu mengenal Allah, dilengkapi pula dengan pendengaran, pengelihatan dan hati..

Lalu Allah masih menurunkan RasulNYA sebagai pembimbing.. Menurunkan KitabNYA..
Semua itu adalah bentuk kasih sayang yang luar biasa bagi hamba untuk mengenal Rabb nya..

Dalam suatu hadist Qudsi Allah Ta'aala berfirman: "barang siapa mendekat kepadaKU dengan berjalan, maka AKU mendekat kepadanya berlari, barang siapa mendekat satu hasta, AKU mendekat satu depa.. Dst"

Semua paket tersebut sudah lengkap disediakan utk.manusia untuk mengenal Tuhannya..
Secara fitrah pula, jika manusia dengan ikhlas ingin mencari Tuhannya, maka Allah Ta'aala pun pasti akan memberinya hidayah dan petunjuk..

Kisah ini sudah terlalu banyak. Dan yang terkenal adalah kisah Nabi Ibrahim Alaihissalaam.
Jadi kalimat singkat: apakah karena saya non muslim maka saya akan masuk neraka?
Senjatinya adalah kalimat yg mengandung konsekuensi yg dalam.. Konsekuensi kesombongan akan fitrahnya dalam mengenal Allah Azza wa jalla.. Sehingga masuk dalam kalimat syirik yg merupakan kedzaliman yang besar..

Betapa tidak? Allah yang telah menciptakannya dari setetes mani lalu disempurnakanNya dengan sebaiknya menjadi manusia seutuhnya.. Lalu dia dengan kesombongannya tidak mau kembali ke fitrahnya utk meng esa kan Allah..? Itulah kedzaliman yang besar..
Allah Azza wa jalla Yang Maha Suci dengan Nama-namaNya yang Maha indah Maha Besar, Yang Kursi Allah meliputi langit dan bumi.. (Ayat Kursi)

Yang bersemayam di atas Arsy NYA yang sangat besar (As Sajdah) yang dipikul 8 malaikat yang satu malaikat tsb jarak telinga dan pundaknya sejauh 700tahun perjalanan burung..

Subhanallah
Lalu dengan semua Kebesaran Allah tersebut yang Tiada sekutu bagiNYA, manusia dengan pongahnya mengadakan tandingan2 sekutu bagi Allah..? Mengatakan yang tidak2?

Al Kahfi : ".. Untuk memberi peringatan kepada kaum yg mengatakan Allah mengambil anak, mereka tidak memiliki pengetahuan atas itu begitu juga bapak2 mereka, alangkah jeleknya ucapan.yg keluar daari lisan mereka dan tiadalah yg diucapkannya melainkan dusta.."

Artinya rata2 manusia itu sesat karena taklid buta mengikuti ajaran orang tua/nenek moyang tanpa meneliti kembali ke fitrahnya.

Padahal sudah diberi akal dan hati.. Namun tertutup oleh kesombongan..

Itulah mengapa ucapan ringan apakah karena saya non muslim adalah = saya tidak mengakui Allah Azza wa jalla sebagai Rabb sekalian alam yang telah menciptakan saya dan semua makhluk.. Adalah ucapan kedzaliman yang besar. Dan jika manusia memang memilih kepada kesesatan, berarti dia telah mencabut fitrahnya sendiri, dan Allah Ta'aala tidak akan memberinya petunjuk.. Lalu dibiarkannya hamba itu tersesat..

Lihatlah betapa Allah Ta'aala menginginkan kebaikan buat Firaun meskipun sudah membunuh ribuan bayi.. Masih diutusnya Nabi Musa dan Nabi Harun (2 nabi sekaligus, MasyaAllah betapa Allah ingin Firaun kembali kepadaNYA dengan kebaikan), ditampakkannya mukjizat dsb, namun karena kesombongan, dia cabut sendiri fitrahnya.. Yang akhirnya di akhir hayatnya ketika tenggelam dia pun mengakui fitrah tsb dg mengatakan aku beriman dg Tuhannya Musa dan Harun.. Namun sudah terlambat..

Lihat Abu Jahal dan Abu Lahab berkata: sesungguhnya Al Quran itu memang indah dan bukan buatan Muhammad.. Namun kesombongan menutup fitrahnya..

Lihat kaum Yahudi di Madinah saat kedatangan Muhammad Shallallaahu alaihi.wassallam, mereka mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir yg disebut di taurat, namun mereka dustai karena dengki kenapa Allah menurunkan nabi tsb pada bangsa arab bukan bani Israel..

Rata2 jawaban mereka kalau udah mentok pasti "ya soalnya ajaran dari nenek moyang sudah seperti itu,dan saya ngikut aja."
Taklid buta tanpa ilmu dan tidak menggunakan akal sehat.
Jadi bagi manusia yg ikhlas tanpa kesombongan dalam mencari kebenaran, maka Allah Ta'aala PASTI memberinya hidayah.. Pastikan itu..

Lihatlah seorang pendeta besar di Italia yg masuk islam hanya dari membaca Sirah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wassallam.. Dia ikhlaskan untuk mencari Allah Ta'aala..

Dia buka kitab sirrah Nabi hingga ber jam jam, dan diakuinya tidak ada manusia teragung akhlaknya, paling mulia dan paling berpengaruh sepanjang zaman kecuali Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam..

Dia akui, tidak mungkin Muhammad itu jika tidaak dalam ajaran yang benar, yang hanya dalam waktu -+20tahunan saja menyampaikan risalah, Islam sudah mampu merobah peradaban dunia.. Hanya kurang dari 30tahun saja, pada masa Umar RA, Islam sudah menguasai 1/3 bumi..

Dan tidak ada ajaran sepanjang sejarah peradaban manusia yg hanya disampaikan secara singkat mampu bertahan 14 abad dan menjadi Agama Terbesar di muka bumi kalau memang Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wassallam memanglah Nabi benar, jujur dan di atas jalan Allah Azza wa jalla
Maka merugilah orang yang lepas fitrahnya yg tidak mau mengakui Allah Azza wa jalla sebagai Tuhan satu satunya yang berhak disembah..

Sampai2 Umar Bin Khattab R.A pernah menangis.ketika melihat seorang pendeta yang kuyu dan letih dalam ibadahnya.
Umar menangis karena ada ayat dalam surat Al Ghosiyah: "aamilatunnaasibah, taslaana ron haamiyah"
Sudah berletih.. Namun dibakar di neraka.. Naudzubillah..
Mengapa begitu..?

Lihatlah akhir2 surat Al Kahfi yang disunnahkan dibaca malam ini hingga esok jumat..: mulai ayat 103:
"Katakanlah (Muhammad) Maukah kamu aku tunjukkan orang yang paling merugi amal perbuatannya..? Merekalah orang yang merugi dalam perbuatannya di dunia, sedang mereka menyangka telah berbuat sebaikbaiknya amal.."

Kenapa?

"Merekalah yang mendustakan ayat2 Kami dan pertemuan dengan Tuhannya, mereka lah yg sia sia amalnya dan KAMI tidak akan memberi timbangan terhadap amal mereka di hari kiamat.." "Bagi mereka Jahannam akibat kekafiran mereka dan akibat menjadikan ayat-ayat kami sebagai olok olokan."

Nauzubillah..

Itulah yg disangka oleh orang2 yg telah berletih dan beramal namun tidak beriman..

Inilah yg disebut dalam suatu hadist: Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam bersabda: "orang kafir itu diberi balasan oleh Allah Azza wajalla atas kebaikannya berupa kehidupan dunia.." jika orang tsb berbuat baik, maka Allah berikan kekayaan, ketenaran, kebahagiaan hidup di dunia.. Namun kosong, di akhirat tiada timbangan amal untuknya..
Itulah sebabnya orang non muslim tampak kaya kayaa..

Dan berbahagialah kiranya Allah Azza wa jalla telah memilih kita sebagai orang yang beriman.. Mendapat hidayah..

Maka..

Olahlah hidayah itu dgn keta'atan, berdoa akan istikomah dan bergaul dengan orang shalih.. Agar Allah berikan hidayah kedua untuk menjadi hamba yang dicintaiNYA..

Biidznillah..

Wallaahu a'lam

Kamis, 14 November 2013

Akhlak Rasulullah Shallallaahu alaihi Wassallam



Kamis, 3 Muharram 1435H
7 November 2013

Bismillah
Firman Allah Tabaaroka wata'aala:
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar dalam akhlak yang agung (mulia)" (Al Quran 68:4)

Berkata K.H. Zainuddin MZ Rahimahullah: Jika Allah Ta'aala saja sudah memujinya, apalah arti pujian kita kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam..

Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam bersabda : "Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" (Al Hadist)

Di saat manusia akhir zaman ini limbung mencari contoh, tauladan, idola, pujaan yang biasanya disematkan kepada aktor, pemain bola, penyanyi, politikus, tokoh masyarakat, habib habaib, imam dan sebagainya.., selayaknyalah seorang muslim menomorsatukan idola kepada manusia teragung Muhammad Shallallaahu alaihi wassallam..

Menjadikannya tauladan, ibrah, pelajaran, mengambil seluruh contoh dari setiap tindak tanduknya di kehidupan dunia, hingga penghambaannya kepada Allah Azza wa Jalla, Tuhan semesta alam..
Semakin masuk kita ke dalam detik detik sirah An Nabawwiyah, semakin meletup rindu yang tak tertahankan kepada kekasih tercinta, Muhammad Shallallaahu alaihi wassallam..
Bukti cinta adalah mentaati perintahnya dan berusaha sekuat tenaga mencontoh apa yang menjadi sunnah beliau dalam ibadah dan muamalah..

Sahabat Abdullah bin Umar Radhiallaahu Anhu dalam hal ini adalah contoh betapa cintanya beliau kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam. Ummul mukminin Ibunda Aisyah Radhiallaahu anha berkata: tidak ada yang berusaha benar meniru dan mencontoh semua gerak gerik Nabi, seperti Ibnu Umar..

Bukan saja mencontoh dalam hal ibadah dan ketaqwaan, rasa cinta kepada Nabi juga ditunjukkan dengan mencontoh gerak gerik Nabi Shallallaahu alaihi wassallam.
Jika Nabi datang dengan unta beliau, lalu unta tersebut berputar 2x dan duduk, lalu baru beliau sholat 2 rakaat, maka Sahabat Abdullah bin Umar pun menirunya, diputarnya untanya 2x lalu menderum, turun, kemudian beliau sholat 2 rakaat persis di tempat bekas Nabi sholat..

Pernah dalam makan sayur labu, sahabat Ibnu Umar mengaduk aduk sayur mencari labu labu yang mengapung.., ketika ditanya tentang apa yang dilakukannya itu, dia menjawab, "aku melihat Nabi Shallallaahu alaihi wassallam juga mengaduk aduk untuk mencari labu yang mengapung itu..
Sahabat lain ada yang berkata kepada Nabi Shallallaahu alaihi wassallam: "Wahai Rasulullah,sesungguhnya hatiku tidak akan tenang sebelum bertemu atau walau hanya melihat Anda dari kejauhan.."

Dalam diri Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam memang terpancarkan akhlak dan budi pekerti yang sangat agung.. Entah bagaimana menggambarkan keluhuran akhlak manusia yang paling sempurna dari zaman Nabi Adam Alaihissalaam hingga hari kiamat ini. Seorang yang memiliki akhlak Al Quran..

Para sahabat jika bertemu beliau Shallallaahu alaihi wassallam tiada sanggup memandang wajah beliau secara langsung karena pancaran nur kewibawaan yang tinggi..
Jika berbicara, tiada terlalu pendek ataupun terlalu panjang, namun penuh dengan hikmah dan sarat makna..
Nabi shallallaahu alaihi wassallam adalah sosok yang menyenangkan dilihat, jika mengenalnya, maka orang akan dengan mudah untuk mencintainya..
Sahabat yang terbaik bagi sahabatnya, guru terbaik bagi muridnya, suami terbaik bagi istrinya, ayah terbaik bagi anaknya, Nabi terbaik bagi umatnya..

Sangat berlemah lembut bagi manusia, tidak pernah mengatakan "tidak" jika diminta.. Tidak pernah marah jika dirinya yang dicela dan dihina. Beliau marah jika syariat yang dihina..
Akhlak yang mulia dan cinta adalah kekuatan dakwah beliau untuk mengajarkan keluhuran Islam..

Kisah yang sangat terkenal adalah ketika Abu Bakar Radhiallaahu anhu mendatangi putrinya, Aisyah Radhiallaahu anha yaitu istri Nabi Shallallaahu alaihi wassallam setelah meninggalnya beliau..

Abu Bakar As Shiddiq adalah sahabat terbaik yang selalu berusaha bersegera dalam kebaikan, berusaha mencontoh seluruh sendi sendi kehidupan beliau Shallallaahu alaihi wassallam baik dalam ibadah kepada Allah Ta'aala maupun dalam hal muamalahnya kepada manusia.
Abu Bakar bertanya kepada putrinya: "Wahai Aisyah, adakah dari Sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam yang belum aku tunaikan..?"
Pertanyaan Abu Bakar kepada putri beliau ini bukan hanya dalam hal ibadah, namun hingga dalam hal perilaku Nabi semasa hidup yang belum dicontoh oleh beliau..

Lihatlah betapa kecintaan yang mendalam seorang Abu Bakar kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wassalam, hingga ingin mencontoh semua amalan beliau..
Dijawab oleh Ibunda Aisyah Radhiallaahu anha: "Nabi biasa memberi makan seorang pengemis yahudi tua dan buta yang berada di ujung kota Madinah.."
Namun, kata beliau, pengemis itu selalu mencaci maki Nabi Shallallaahu alaihi wassallam..

Demi kecintaannya kepada jejak jejak perilaku Nabi Shallallaahu alaihi wassallam semasa hidupnya, bergegaslah Abu Bakar membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis yahudi buta itu..

Setibanya di sudut kota Madinah, dijumpainya di ujung pasar, seorang pengemis tua yang sudah renta dimakan usia.. Dilihatnya pengemis itu berkata2 kepada orang orang yang berlalu di pasar, "Wahai sekalian manusia, Muhammad itu adalah seorang penipu, jangan mempercayai kata katanya, Muhammad itu adalah pendusta, jangan ikuti ajarannya.." dan kalimat2 semacam itu meluncur dengan caci maki dari pengemis yahudi buta itu..

Hati Abu Bakar bercampur baur, perasaannya teraduk aduk antara heran, marah, jengkel, dan takjub.. Dalam hatinya, bagaimana Nabi Shallallaahu alaihi wassallam bisa setiap hari memberi makan orang seperi ini yang mencaci maki beliau di depan matanya..?
Namun, karena tekat untuk meniru dan meneruskan kebiasaan Nabi itu, didatanginya sang pengemis tua buta tersebut.

Sang pengemis masih dalam keadaannya yang terus mencaci maki Nabi, lalu Abu Bakar mendekat, mengulurkan tangannya kepada sang pengemis.., sang pengemis paham, dan dikiranya orang yang setiap hari datang membawakannya makanan telah tiba..
Lalu Abu Bakar dengan lembut segera menyuapinya.., sang pengemis tersentak.., dimuntahkannya makanan itu Dan berkata : "siapa Engkau..??" Abu Bakar menjawab: "Aku orang yang biasa datang.." Abu Bakar tidak ingin sang pengemis mengetahuinya..
Lalu sang pengemis membentak: "Tidak..!! Engkau bukanlah dia.., sungguh tangannya sangat lembut dalam menyuapi makananku, dan tiada sulit mulut ini menelannya.., dia selalu melembutkannya terlebih dahulu untukku, dikunyahnya sejenak, lalu dengan lembut disuapkannya untukku dengan penuh kelembutan.."

Mendengar itu Abu Bakarpun tersentak, tiada kuat beliau menahan air matanya, beliau menangis dengan sangat merindukan dan dengan ketakjuban yang sangat akan akhlak yang teramat agung dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam..

Lalu Abu Bakarpun berkata.., "ya benar, aku bukanlah dia, aku adalah sahabatnya.., ketahuilah, bahwa orang yang biasa menyuapimu itu telah meninggal.." Abu Bakar berkata dengan linangan air mata..
Sang pengemis pun terdiam lalu berkata :" Engkau adalah sahabatnya, siapakah dia? Karena selama ini dia tidak pernah menyebutkan namanya.."
Abu Bakar menjawab: "Ketahuilah, sesungguhnya orang setiap hari datang dan menyuapimu itu adalah Muhammad"

Sang pengemis yahudi tua dan buta itu tersentak.., bagaikan halilintar menyambar dengan pukulan yang dahsyat.. Sejenak diapun terdiam.. Lalu kemudian diapun menangis tersedu sedu..
Dalam benaknya berkecamuk rasa haru dan kerinduan yang mendalam kepada Nabi Shallallaahu alaihi wassallam..
Betapa orang yang paling dibencinya, dicaci makinya setiap hari itu adalah orang yang paling peduli kepadanya..

Bagaimana mungkin orang yang setiap hari dihinanya itu adalah orang yang dengan lembut menyuapi makanan untuknya..
Bagaimana mungkin orang yang dilecehkannya tiada henti.itu justru orang yang melembutkan makanan dengan dikunyahnya terlebih dahulu sebelum disuapkan kepada dirinya.. Berarti dalam dirinya ada bagian dari diri Muhammad, karena ada liur kunyahan dari makanan yang masuk pula ke lambungnya dan aliran darahnya..

Air mata sang pengemis itu terus saja berlinang.., bercampur rasa penyesalan, rindu dan ketakjuban yang sangat dalam dirinya.. Ini bukanlah akhlak seorang manusia.. Ini bukanlah akhlak seorang pendusta.. Dan tidak mungkin ada manusia agung dengan akhlak yang demikian tinggi akan didustakan..

Dengan linangan air matanya dihadapan Abu Bakar Radhiallaahu anhu, sang pengemis berucap lirih "Asyhadu An Laailaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadarrosuulullaah"

Sebuah kalimat pengakuan yang teramat agung terucap dari lisannya yang terpancar dari hatinya yang kini tersirani ruh keimanan..
Betapa selama ini Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam tidak pernah sekalipun membalas celaan dan hinaannya, tiada pula berdebat menunjukkah hujjah hujjah yang tidak terbantahkan..
Tidak..
Beliau Shallallaahu alaihi wassallam hanya datang, dengan lembut menyuapinya.. Itu saja..
Dan itu sudah cukup menunjukkan betapa tidak ada akhlak yang ter agung dimuka bumi ini selain akhlak Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam..
Akhlak yang dalam suatu riwayat dikatakan bahwa akhlak terbaik dari manusia sejak Nabi Adam Alaihissalaam hingga manusia akhir di hari kiamat..
Akhlak yang dalam suatu riwayat pula dikatakan, ketika Allah Azza wa Jalla melihat hati seluruh manusia, ditemukanlah bahwa hati Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wassallam adalah hati yang terbaik dari seluruh manusia..

Maka, sekali lagi, Allah Azza wa Jalla berfirman:
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar dalam akhlak yang agung (mulia)" (Al Quran 68:4)

Allaahumma shalli alaa Muhammad wa alaa ali muhammad..

Riwayat tadi walau berkali kali dibaca, selalu saja membuat hati terharu. Air Mata menetes karena kerinduan terhadap akhlak Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam..

Kita ini umat Beliau diakhir zaman penuh fitnah.. Tiada pernah menyaksikan Indahnya Beliau, mendengar khutbahnya, menjadi saksi akan mukjizatnya.. Namun, hanya dari membaca nash nash periwayatan yang shahih, tetap terpancarkan nur cahaya akhlak dan cinta Beliau Shallallaahu alaihi wassallam terhadap umatnya..
Lalu, bagaimana mungkin jiwa ini tidak mencintainya..?
Ikutilah Sunnah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam, gerak gerik dan perilaku beliau..
Cintailah yang dicintainya, bencilah apa yanh dibencinya.. Taatilah perintahnya..
Maka InsyaAllah dari jejak jejak suci itu, kita pun akan mengenal Allah Azza wa Jalla.. Dzat yang mengutusnya dengan kebenaran..

Wallaahu a'lam

Obrolan tentang teguh menjaga Sunnah Rasulullah



9 oktober 2013

AKhi Fithrawan:
Adapun masing2 jiwa ini dalam menyerap ilmu Dien itu tujuan awalnya utk diri sendiri dulu, tazkiyatun nufus (utk pembersihan jiwa).
Jika diibaratkan cahaya, maka Diennul Islam itu seperti cahaya yang terang benderang, masing2 jiwa hendaknya mengambil nur/cahaya itu agar setidaknya bisa menjadi lentera bagi dirinya sendiri dan keluarganya..

Selayaknya jika pengamalan dari Dien itu benar2 ikhlas utk mengharap Wajah Allah Ta'aala, maka terangnya lentera nur tadi InsyaAllah bisa menerangi sekitarnya juga..

Jadi buah dari Tazkiyatun nufus tadi adalah akhlakul karimah, yang dengannya Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam diutus:

Innamma bu'istu liutammimma makaarimal akhlak
"Tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang terpuji"

majelis ilmu Imam Ahmad itu dihadiri -+5000 orang, yang 500 itu membawa buku dan mencatat, yang 4500 mengamati dan mengambik akh

AKhi Pratomo:
Subhanallah
Rasulullah saw.bersabda "barangsiapa menghidupkan sunnahku maka dia mencintai aku. Barangsiapa yang mencintai aku maka dia akan masuk surga bersamaku. "
Barusan kajian di masjid. Pentingnya menghidupkan sunnah rasulullah dalam kehidupan sehari2. Dimulai dari yang kecil dan sepele. Membiasakan bacaan "Bismillahirrohmanirrohim" sebelum setiap aktivitas. Begitu banyak berkah dan faedahnya. Subhanallah

Akhi Fithrawan:
Kalau di kajian Basmallah Ustad Abu Yahya Badrussalaam, secara umum yang dibaca cukup: Bissmillah dalam setiap aktifitas..
Utk yang lengkap Bissmillaahirrohmaanirrohiim itu Rasulullah melakukan khusus pada : salah satunya sholat, ada yg lain aku ga apal Mo..

Dalam suatu riwayat Nabi Shallallaahu alaihi wassallam bersabda kepada para sahabat: "barang siapa yang menghidupkan sunnah2 ku di akhir zaman di saat manusia sudah meninggalkan sunahku, maka dia memperoleh pahala 50orang.." Lalu para sahabat bertanya: "50 orang di antara mereka Ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab "bahkan 50 orang di antara kalian" (perawi dan sanad mengusul) InsyaAllah hasan atau sahih..

Pahala yang didapat utk orang yg menghidup2 kan sunnah Nabi yang sudah ditinggalkan manusia itu, akan mendapat pahala selayaknya pahala manusia2 mulia semacam Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Thalhah, Abdurrahman bin auf, Ubaidah bin Al Jarrah, Mushaf bin Umair.. Dan ga hafallah aku jika menyebut sampai 50 sahabat..
Tidakkah itu luar biasa?
Makanya bagi orang2 yang selalu mengkaji Hadist2 Nabi, duduk di majelis2 yang membahas kitab Hadist seumpama Arbain Nawawi, Riyadush shalihin, Al lu'lu wal marjan (Sahih Bukhari Muslim) dan lainnya.. Maka seolah olah jiwanya berkumpul dengan Nabi dan para sahabatnya, walau jasadnya ada di abad 21..

Itulah orang yang benar dalam mencintai Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wassallam.. Merasakan bergaul dengan Nabi melalui sabda sabda beliau.. Rindu utk bertemu..
MasyaAllah

Akhi Pratomo:
Iyo Wan. Kalo kita ada di majelis seperti itu,rasanya rasulullah itu masih ada bersama kita. Rindu rasanya bertemu beliau...walaupun belum pernah bertatap muka langsung tapi terasa akrab di hati.
Masya Allah.
Allahumma shalli alaa Muhammad
Wa alaa Alii Muhammad ...

Akhi Fithrawan:
Hadist yg tadi ("...bahkan 50orang diantara kalian") pahala utk yg menghidupkan sunnah di akhir zaman adalah Hadist Riwayat At Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Hibban, disahihkan oleh Al Hakim, disepakati oleh Ad Dzahabi
IsyaAllah semua mungkin sudah mendengar hadist ini:tapi selalu saja jiwa ini merinding jika membacanya:

Dalam suatu riwayat, Nabi Shallallaahu alaihi wassallam bersabda: Sungguh aku merindukan al ikhwan. Lalu beliau bertanya kepada para sahabatnya, tahukah kalian siapa yang menakjubkan imannya? Sahabat menjawb, para malaikat, lalu Nabi bersabda, bagaimana mereka tidak beriman,sedang mereka ada disisi Allah Azza wa jalla..

Kemudian sahabat berkata: kalau begitu para Nabi, lalu Nabi menjawab: bagaimana Nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka..
Lalu para sahabat berkata: kalau begitu kami ya Rasulullah, lalu Nabi menjawab: bagaimana kalian tidak beriman, sedang kalian berada ditengah tengahku, menyaksikan saat2wahyu diturunkan. Menyaksikan mukjizat.

Lalu para sahabat bertanya, siapakah mereka ya Rasulullah.., maka Nabi Shallallaahu alaihi wassallam bersabda: mereka adalah orang yang hidup jauh setelah kalian, mereka hanya mendengar tentang aku melalui catatan2, lalu mereka beriman dengan sepenuhnya, mereka rindu untuk bertemu denganku, dan seandainya mereka harus menyerahkan seluruh harta dan jiwanya untuk bertemu denganku, pasti mereka lakukan.

Subhanallah..
Sungguh umat akhir zaman yang cinta beliau dan sunnah sunnah beliau inilah yang dirindu oleh Nabi Shallallaahu alaihi wassallam..
Merekalah al ghurobah yaitu orang2 yang terasing..
Karena Sunnah sudah demikian asingnya..
Namun mereka tetap istikomah, menjejak dan melangkah di jejak dan langkah Rasulullah dengan Sunnah sunnahnya..
Dan berhenti di saat Rasulullah berhenti..

Mereka tetap bersabar walau terasing, walau cacian bertubi2, fitnah melanda, dituduh macam2 dengan berbagai tuduhann.., namun selama memang sesuai Al Quran dan Sunnah mereka tetap dengan keyakinan.., jika tidak sesuai dan tidak ada contohnya dari Rasulullah.., maka mereka pun berhenti seraya berujar "sami'na wa'ato'na Yaa Rasulullah.." walau ribuan bahkan jutaan orang mengamalkannya..

Dia yakin dengan Sabda Rasulullah yang berpesan utk umat akhir zaman yang berpegang teguh pada sunnah, yang kalimat terakhir dari hadist tersebut sangaaat indah:

"..ishbiruu hattaa tat qouni 'alal haudh.." "maka bersabarlah, hingga engkau menemuiku di telaga.."

Subhanallah.. Indahnya, Rasulullah menunggu di telaga beliau yang indah dan besar, yang airnya lebih dingin dari es, lebih putih dari susu, lebih manis dari madu..
Yang jumlah bejananya sejumlah bintang bintang di langit..
Dan diberikannya kepada kita dengan tangan mulia beliau.., yang minum seteguk saja tidak akan haus selamanya

Akhi Purwito
Subhanallah
Jazakallah Khairan

Allaahumma sholli alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammad

Rabu, 13 November 2013

Buatlah jejak-jejak kebaikan di dunia



28 oktober 2013

Bismillah
akhi Fithrawan:
Buatlah jejak jejak kebaikan
temenung sejenak mendengar kajian Ustad Armen Halim Naro Rahimahullah.., lalu kubuka kitab Tafsir Juz Amma Ibnul Katsir, pandanganku tertuju pada Surat Adz Dzaldzalah ayat ke-4

"Yauma idzinntukhadditsu akhbaarohaa" "Pada hari itu bumi menceritakan khabar beritanya"

Imam Ahmad, Tirmidzi, An Nasa'i meriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Nabi Shallallaahu alaihi wassallam bertanya kepada para sahabatnya: "khabar berita apa?" para sahabat menjawab: "Allah dan RasulNYA yang lebih tahu"
Lalu beliau bersabda : "Pada hari itu bumi bersaksi bagi para hamba bahwa pada hari ini itu detik ini itu hamba ini melakukan hal begini dan begitu.."
Subhanallah

Bumi saat itu dijadikan Allah Azza wa jalla sebagai saksi atas segala yang dilakukan manusia. Berarti saat ini segala batu, tanah, tumbuhan, kerikil, air, dan semua yang ada di permukaan bumi adalah recorder yang sangat canggih, melakukan recording abadi. Semua menjadi database dengan kapasitas yang maha besar, tidak sanggup dibayangkan berapa miliar terrabyte data yang direcord oleh batubatuan, debu, tanah, atau semua yang ada di permukaan bumi ini.. Wallaahu a'lam.. Bayangkan saja, data recordnya berupa audio video saksi yang sangat teliti, sampai detik ini jam ini hari ini seseorang terekam melakukan ini dan itu..

MasyaAllah.., lalu seperti dejavu teringat apa yang sudah kulakukan. Betapa banyaknya jejak maksiat dan kesiasiaan yang terekam oleh bumi ini akibat perbuatanku.. Lalu betapa sedikitnya jejak jejak kebaikan menghiasi tanah dan bumi ini sebagai.kafaratnya..
Hanya harap ampunan dan rahmat Allah Yang Maha Penyayang sajalah yang mampu memperbesar amal kebajikan dan menghapus jejak keburukan itu.. Karena sesungguhnya tiada Yang Mengampuni dosa kecuali Allah saja..
Belum selesai gundah ini, mata disejukkan oleh Sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam selanjutnya: "janganlah engkau memandang remeh sebuah amal kebajikan walaupun hanya mengisikan bejana air bagi orang yang membutuhkan atau dengan berkata-kata baik"
Dalam kajian, ustad menjelaskan, betapa Allah Azza wa jalla dengan kemurahanNYA melipatgandakan amal seorang hamba yang ikhlas mengharapkan Rahmat Allah, meskipun amal tersebut dirasa remeh..

Buatlah jejak jejak kebaikan di muka bumi ini, dan biarkan kelak jejak itu bersaksi di hadapan Allah Ta'aala bahwa diri ini melakukan amal shalih yang mengharapkan RidhaNYA.. berharap amal tersebut bisa menjadi hujjah di hadapan Allah Azza wa jalla untuk menghindarkan diri ini dari api neraka..

Biarlah satu buah paku yang disingkirkan dari jalan tadi semoga kelak bersaksi dihadapan Allah bahwa hamba ini berusaha menghindarkan manusia walau hanya sekedar ban gembos yg mungkin ditimbulkannya..
Atau semoga sisa makanan yang diberikan kepada kucing mampu bersaksi pula..
Atau sunggingan senyum dan salam kepada saudara sesama Muslim tadi juga bernilai amal shalih..

Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam juga pernah bersabda, jika selesai sholat fardhu dan kita akan melaksanakan sholat sunnah, hendaknya pindah tempat..
Para ulama menjelaskan, bahwa pindah tempat ini salah satu faedahnya adalah: bumi yang kita pijak sebagai tempat sholat tersebut kelak akan bersaksi di hadapan Allah Azza wa jalla.. Subhanallah..
Kemudian besar harap semoga jejak jejak langkah kaki berjalan ke masjid masjid Allah yang ada di permukaan bumi ini mampu bersaksi untuk hamba ini kelak.. Yang dengan itu mampu menghapus dan mengampuni jejak jejak kaki ini yang sangat terlampau banyak mengarah ke tempat ke sia siaan..
Walau mungkin langkah kaki menuju masjid untuk sholat atau menghadiri kajian terasa sangat sedikit.


Teruslah memotivasi jiwa ini untuk meniti dan menyisakan jejak jejak keshalihan di muka bumi.. Biarlah air mata yang menetes karena takut dan rindu ke hadapan Allah Azza wa jalla kelak bersaksi walaupun hanya setetes semasa hidup kita..
Biarlah peluh keringat yg mengalir karena berdiri walau sejenak di jalan Allah Ta'aala kelak akan menceritakan seluruh niat baik amalan hamba di hadapan Tuhan Semesta Alam..
Sekali lagi semoga semua jejak yang bersaksi itu dapat menjauhkan kita dari neraka NYA dan mendekatkan kita kepada Rahmat Allah Azza wa jalla yang Maha Luas AmpunanNYA.. Sehingga kita bisa mencapai surgaNYA kelak..

Akhi Pratomo:
Aamiin
Aamiin.  Subhanallah.  Muhasabah pagi yg sekali. Jazakallah khair

akhi Fithrawan:
Wa'iyyakum ya akhi..
Semoga diri ini diberikan keikhlasan karenanya.. Dan ini pun dicatat sebagai jejak yang bersaksi kelak..

Lalu antum yang mempelopori grup inipun tercatat abadi di sisi Allah Azza wa jalla sebagai hamba yang mengajak kepada jalan jalan kebaikan.. Dan semoga Allah Ta'aala menghindarkan kita dari jalan-jalan ke sia siaan yang terlampau banyak terpampang di muka bumi..

akhi Pratomo:
Aamiin
Aamiin ya robbal alamiin
Aku sering khawatir akhi, bagaimana kalau nanti di yaumul hisab amal ibadah dan semua hal yg kuanggap sbg kebajikan di dunia ini,setelah ditimbang ternyata hanya seberat bulu, sementara dosa dan kesalahan-kesalahan ku ternyata seberat gunung semeru.... ya Allah.ampunilah hambamu yang hina ini...

akhi Fithrawan:
Pada surat Al Kahfi 103-106 hal itu dinyatakan dengan jelas.. Hingga pada ayat 104 Allah Ta'aala berfirman: "(yaitu) orang-orang yang sia sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedang mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya"

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, rangkaian ayat 103-106 itu menjelaskan orang yang merugi amalannya di dunia. Dijelaskan pada ayat ke 104 itu, adalah orang yang beramal tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam syariat..
Hal ini seperti yang telah dijelaskan pada kajian sebelumnya, dimana syarat diterima amal adalah ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasullullah Shallallaahu alaihi wassallam..
Dan yang terpenting dari amal adalah dilandasi iman kepada Allah Ta'aala dan tidak berbuat syirik. Karena kesyirikan akan menghapus seluruh amal baik dan di akhirat kelak tidak ada timbangannya di hadapan Allah Azza wa jalla.
Sedang amal yang dilandasi Iman, maka akan bernilai berat di sisi Allah Azza wa jalla..
Jadikan Tauhid yang murni sebagai landasan dalam beramal shalih..

Lihatlah pada suatu hadist yang agung pada bab rodja, Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam bersabda: "kelak di hari pembalasan, ada seorang hamba yang dosanya diibaratkan memiliki 99kail yang satu kailnya memenuhi ufuk (saking banyak dosanya), lalu Allah Azza wa jalla berkata kepada hamba itu: Wahai hambaKU, apakah kau mengakui dosa2 mu?
Dijawab: ya, wahai Tuhanku..
Lalu Allah Ta'aala berkata: apakah engkau memiliki pembelaan?
Hamba tersebut menjawab: Tidak wahai Tuhanku
Lalu Allah Ta'aala berkata: "sesungguhnya kau memiliki satu kebaikan. Yang kemudian ditampakkan selembar kertas berisi kalimat Laa illaa ha illallaah..

Hamba tersebut berkata: wahai Tuhanku, apa arti selembar kertas ini dibandingkan dosa2 ku yang sangat banyak?
Lalu Allah berkata: artinya kau tidak akan didzalimi
lalu selembar kertas itu diletakkan di ujung timbangan dan ternyata beratnya mampu melebihi berat dosa dosanya..
Dan hamba tersebut diselamatkan Allah Azza wa jalla dari api neraka karena RahmatNYA..
Subhanallah ....
Hanya Tauhid yang murnilah yang mampu memperberat amal shalih kita kelak di hadapan Allah Azza wa jalla..
di sinilah urgensi belajar Tauhid..
Dan sungguh, kebanyakan kita tidak paham akan makna Laa ilaa ha Illallaah ini..
Yang bahkan Abu Jahal dan Abu Lahab mungkin lebih memahaminya..

Abu Jahal dan Abu Lahab paham betul makna Laa ilaa ha illallaah sehingga mereka tidak mau mengucapkannya..

Masyarakat sekarang banyak sekali mengucapkannya namun sayang.., tiada memahami maknanya
Secara disadari atau tidak,banyak muslimin dan muslimat yg masih menuhankan illah lain selain Allah, menuhankan harta,jabatan,kesenangan duniawi, teknologi, dan.
Laa ilaa ha ilallah hanya lip service yg hanya diucapkan saat2 tertentu saja...tapi tidak terpatri didalam hatinya.
Dahulu, ketika ditanyakan kepada Abu Jahal dan Abu Lahab, siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Dia akan menjawab Allah..
Siapakah yang berkuasa di seluruh alam semesta, dia akan menjawab Allah..
Namun.., ketika Abu Jahal dan Abu Lahab disuruh hanya menyembah Allah saja, mereka enggan dan menolak..
Mereka mengatakan, kami ini tidak menyembah Latta Uzza Manat dan Hubbal, kami hanya menjadikan mereka sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah..
Disinilah tergelincirnya manusia..
Jadi, Laa ilaa ha Illallaah bukan saja bermakna "tidak ada Tuhan selain Allah saja" namun juga "Tidak ada Tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah.."

Dan Tauhid itu adalah memaknai seluruh peribadatan adalah hanya dipersembahkan kepada Allah saja dan sama sekali tidak mempersekutukanNYA dengan suatu apapun

akhi Pratomo:

Baterei menipis....powerbank ketinggalan charger ketinggalan
..wassalam ..off dulu akhi
Dan lihatlah, betapa banyaknya sekarang manusia tergelincir di sini..
Meyakini batu batuan, benda2 pusaka atau yang lainnya juga memiliki manfaat dan mendatangkan mudharat..
Meletakkan tulisan2 dan kertas di atas2 pintu dg keyakinan mampu mengusir bahaya..
Naudzubillah..
Di saat yang sama dia berdzikir Laa ilaa ha Illallaah hingga 100x lebih dalam satu hari..??
Sesungguhnya orang yang murni tauhidnya, dia hanya akan bergantung kepada Allah Azza wa jalla saja
Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam menyebutkan ada 70.000 orang dari umatnya yang akan masuk surga tanpa azab dan tanpa hisab, salah satu dari sifatnya adalah dia hanya bertawakkal kepada Allah saja..
Keyakinan dan tauhidnya sangat murni kepada Allah tanpa mempersekutukanNya dengan suatu apapun..

Sungguh, karena bentuk kasih sayang kepada sesama muslim inilah, didakwahkan tentang pemurnian tauhid.., agar manusia terlepas dari belenggu penghambaan dan hanya menuju penghambaan kepada Allah Ta'aala saja..

Namun memang, di setiap zaman, dakwah akan tauhid ini selalu saja mendapatkan pertentangan yang besar..

Jadi memang, kelemahlembutan sangat penting agar pemahaman tauhid dapat diterima masyarakat hingga menuju murninya peribadatan hanya kepada Allah Azza wa jalla saja sesuai sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wassallam

akhi Pratomo;
“Dan Allah itu memiliki nama-nama yang baik, berdoalah dengan bertawassul dengannya..” (Q.S Al-A’raaf : 180)
“Orang-orang musyik Jahiliyah mengatakan, “Kami tidak menyembahmereka melainkan supayamereka mendekatkankami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.”(Q.S. az-Zumar: 3)
Berbagi tips agar doa kita dikabulkan Allah...
Disarikan dari berbagai sumber
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Setiap manusia pasti membutuhkan pertolongan. Bagi seorang muslim, pertolongan yang terbaik hanyalah datang dari sang Pencipta, Allah SWT.

Pertolongan itu akan datang jika kita meminta kepada-Nya. Inilah yang disebut berdoa.

Namun, seringkali cara kita salah ketika melakukannya sehingga doa kita tidak diijabah oleh-Nya.

Berikut beberapa tips yang insya Allah berguna bagi kita dalam berdoa yang diangkat dari Al-Qur’an dan Hadits.

Sebelum berdoa, siapkan diri kita dalam hal-hal berikut:

1. Hadapkan hati kita langsung kepada Allah SWT. Jangan lewat siapapun atau sesuatupun. Waspadai sikap syirik, dosa yang paling besar.

2. Siapkan hati untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa. Camkan bahwa kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya.

Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang bersungguh-sungguh ketika ia berdoa”.

3. Hadirkan hati kita kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.

4. Yakinkan selalu harta, makanan, minuman dan pakaian kita didapatkan dengan cara yang halal.

5. Luruskan niat berdoa. Jangan berdoa untuk melakukan dosa, khianat atau memutuskan silaturahim.

6.Berpikirkan positif. Yakinlah bahwa Allah SWT akan mendengar doa kita dan akan mengabulkannya.

7. Jika memungkinkan, usahakan mengambil air wudhu terlebih dahulu.

Cara berdoa yang -insya Allah- baik adalah sebagai berikut. Ini adalah urutan langkah paling minimal dalam berdoa:

1. Mulailah dengan basmalah.

2. Memujilah kepada Allah SWT. minimal sekali ucapkan “Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin”.

3. Bersholawatlah untuk Rasulullah SAW.

Dari Annas bin Malik: “Tidaklah seseorang berdoa, kecuali antara dia dan langit ada hijab, sampai dia bershalawat kepada nabi”.

4. Sebutlah salah satu atau beberapa nama Allah SWT (asmaul husna) dengan santun dan penuh kerendahan hati.

“Dan Allah memiliki asmaul husna, maka berdoalah dengan menyebut asmaa-ul husna itu “(QS Al Araf : 180)

5. Lanjutkan asmaul husna tadi dengan isi permintaan kita.

Akan lebih baik jika arti asmaul husna-Nya sesuai dengan isi permintaan kita. Pada langkah ini, sebaiknya juga menggunakan doa yang ada dalam Al-Qur’an atau dicontohkan Rasulullah SAW, namun jika kita tidak hafal, bisa dengan bahasa sendiri.

Contoh doa yang ada dalam Al-Quran: Rabbij’alnii muqiima shalaati wamin dzurriyaatii (QS Ibrahim). artinya: Ya Allah jadikanlah saya dan keturunan saya sebagai orang yang dapat menegakkan shalat.

Contoh doa yang dicontohkan Rasulullah SAW: Allahummakfinii bihalaallika an haraamika wa aghninii bi fadhlika ‘amman siwaak (HR Tirmidzi). artinya : Ya Allah berilah saya rizki yang halal, bukan yang haram. Dan kekayaan (rizki yang melimpah) yang Engkau ridhai, bukan yang engkau murkai.

6. Tutup doa dengan sholawat kembali untuk Rasulullah SAW, memuji Allah SWT sekali lagi, lalu ucapkan Aamiin.

Berdasarkan urutan di atas, berikut adalah contoh urutan doa paling minimal:

“Bismillahirrahmaanirrahiim” (dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Penyayang)

“Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin” (segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam)

“Allahumma sholli ala  Muhammad” (ya Allah, berilah
keselamatan pada Rasulullah Muhammad SAW)

“Ya Allah ya Rozak (ya Allah ya Maha Pemberi Rezeki) Hari ini hamba akan berdagang, mohon berilah hamba rizki yang halal dan melimpah“

“Washollallahi ala Muhammad, walhamdulillahi robbil ‘aalamiin, Amiin.” (dan limpahkan keselamatan dari sisiMu pada Rasulullah Muhammad SAW, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, perkenankanlah doa hamba)

Ada yang berpendapat bahwa ketika doa kita benar dan insya Allah makbul, kita akan merasakan minimal salah satu hal ini. Wallahu’alam bisshawab:

- Ingin menangis atau bahkan menangis ketika berdoa.
- Dada terasa bergetar dengan rasa hangat.
- Terasa ada sesuatu yang menakutkan dalam hati kita.

Ada beberapa jenis doa yang sangat makbul, yaitu:

1. Doa orang yang sedang dalam kondisi terdesak.
2. Doa orang yang teraniaya atau terzalimi.
3. Doa anak yang sholeh dan berbuat baik pada ibu bapaknya.
4. Doa seorang muslim yang tidak (jarang sekali) berbuat zalim dan tidak pernah memutuskan silaturahim.

Semoga kita semua bisa berdoa dengan baik dan selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin ya Rabb. …

Wallahua’lam bish Shawwab ….

akhi Purwito:
Barakallahufikum ….

akhi. Pratomo:
Barakallahu fik..
Jazakallah khairan

akhi Fithrawan:
jika semua langkah di atas dilakukan.. Maka Pastilah Allah Azza wa Jalla mengabulkan doa2 kita..
Namun jangan berfikir doa itu selalu dikabulkan sesuai permohonan hamba.. Tidak.. Sesungguhnya Allah Ta'aala lebih mengetahui kebaikan buat hamba..

Maka doa itu semacam tabungan.. Banyak banyaklah berdoa..

Karena doa itu pasti dikabulkan dengan 3 macam kondisi:

1. Dikabulkan sesuai keinginan atau diganti dengan yang lebih baik.
2. Doa dikabulkan tidak sesuai permintaan namun untuk menolak bala dan musibah yang akan menimpa.
3. Doa disimpan dan dilimpahkan pengabulannya di akhirat kelak oleh Allah Azza wa Jalla..

Khusus no. 3 ini, ada riwayat yang menceritakan, begitu seorang hamba dikabulkan doanya di akhirat kelak, dia lalu berkata: aduhai seandainya saja seluruh doa ku dulu di dunia tidak ada yang dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla dan diberikanNYA sekarang

Subhanallah..

Maka berdoa lah karena Allah Azza wa Jalla yang memerintahkan "Berdoalah kepadaKU, niscaya AKU kabulkan permohonanmu.."

Allah Ta'aala adalah Dzat yang justru murka jika hamba tiada berdoa kepadaNYA, karena menunjukkan hamba tersebut sombong dan tidak membutuhkanNYA..
Padahal, siapakah yang tidak membutuhkan Allah Azza wa Jalla..?

Di setiap detakan jantung, hembusan nafas, aliran darah kita membutuhkanNYA..
Jazakallah khairan katsiran ...